Sekilas Info
Pencarian
Suara Anda
Amrozi DKK Tidak Boleh Dihukum Mati
Taufik Basari :
just some thought:
"sekampret2nya" Amrozi dkk mereka bukan binatang, tapi manusia. Sejahat apapun seorang manusia, tetaplah dia manusia. Kalau negara menghukum mati para
pelaku teroris, apa bedanya negara dengan teroris itu sendiri. Membunuh adalah menghilangkan nyawa manusia dan mengeksekusi mati juga menghilangkan nyawa
manusia. jadi mengeksekusi mati berarti juga membunuh. akhirnya sama saja niatnya, sama2 menghilangkan nyawa manusia.
Bahkan, landasan pemikirannya serupa, yakni para teroris merasa berhak untuk menentukan mati hidupnya seseorang. dalam hal ini, negara juga merasa berhak
menentukan esok atau lusa seseorang harus mati. dua2nya sedang bermain sebagai Tuhan. Hebat sekali teroris dan hebat sekali negara yang merasa bisa seperti
Tuhan.
Jangan pula negara ini mengajarkan benih dendam dalam menghadapi persoalan dan mencari penyelesaiannya. di soal ini ternyata nyawa ganti nyawa. banyak
pihak merasa berhak untuk membunuh amrozi dkk karena dianggap telah mencabut nyawa orang lain, berarti kita merasa nyaman dengan nyawa balas nyawa, mata
balas mata. let us remember what mahatma gandi said "an eye for an eye makes the world blind"
Jangan pula kita pertentangkan persoalan ini dengan para korban. Jangan kita terus menerus mengobarkan semangat balas dendam dengan nyawa balas nyawa tersebut.
Betul bahwa korban pasti menginginkan keadilan atas peristiwa yang dialaminya. namun kalau kita terus menerus memprovokasi para korban dengan memberikan
tawaran "bunuh saja si pembunuh" berarti kita sedang menyebarkan bibit pemikiran2 amrozi dkk, yakni "nyawa manusia itu tidak ada harganya, kalau menurut
kita mereka layak mati, matikan saja!" selamat datang tuhan baru...
ditinjau dari efek jera, jelas eksekusi mati amrozi dkk sama sekali tidak menimbulkan efek jera, malah sebaliknya, menimbulkan semangat baru untuk "berjuang"
seperti amrozy dkk. Jelas2 amrozy dkk tidak takut akan hukuman mati, yang ia lawan adalah hukuman mati tersebut dilakukan oleh "negara setan" dengan mempergunakan
"hukum setan" atau "hukum thaghut" kalau istilahnya ali gufron dan imam samudra. Artinya, mereka merasa bangga "dibunuh oleh negara setan" dengan hukum
thaghut-nya. Berarti mereka sedang berhadapan dengan setan dengan mengorbankan nyawa mereka. buat mereka, tentunya mereka merasa yakin sekali ini syahid
dan dijamin masuk surga. begitu pula dengan orang2 yg sepaham dengan amrozi dkk akan timbul keinginan untuk mengikuti jejak mereka, jihad dengan membunuh
"kaum kafir". Astaghfirullah.
Biarpun saya sangat tidak setuju dengan pilihan sikap amrozi dkk, tapi saya tidak akan pernah setuju seseorang dibunuh dan dieksekusi mati sekalipun ia
seorang amrozi. bagi saya satu nyawa, siapapun dia, sangatlah berharga. di negeri ini, kita rupanya sudah terbiasa menganggap sepele nyawa. coba lihat,
jalanan maut berlubang penuh bahaya kita biarkan. ketika ada yang mati karena jalannya tidak aman, kita biasa saja. ada seseorang mati di tahanan polisi
karena disiksa, responnya pun tidak terlalu heboh. ketika tentara dulu pada masa darurat militer di aceh salah tembak masyarakat sipil, kita bilang itu
wajar kalau dalam perang pasti ada korban salah tembak. ketika ada konflik dan banyak orang dibunuh secara sadis dari kedua belah pihak, ketika kita ada
di satu pihak tertentu kita merasa berhak melakukan hal yang sama seperti yang telah dilakukan pihak lainnnya. akhirnya, negeri ini menganggap nyawa itu
seperti mainan, kalau dimainkan secara baik, ya teruskan saja permainan itu. kalau salah dimainkan, ambil saja mainannya, kalau tidak sengaja mainannya
rusak dan hancur, ya biarkan saja, toh namanya juga mainan, tidak berharga.
saya hanya ingin sharing saja, no offence terhadap pihak2 yg mendukung hukuman mati. saya hanya resah karena terlalu banyak yang merasa berhak menjadi
tuhan di negeri ini.
Mari kita cintai hidup dan kehidupan dan kita jauhi kematian, sebab eksistensi manusia ada ketika ia hidup, ketika mati, ia tidak lagi manusia melainkan
mayat. biarlah hidup mati manusia bukan manusia pula yang menentukan.
Salam,
pengacara_rgs :
Bozz Iming & Praktisi Advokat yang lain....
kalau kita jadi kuasa hukumnya Amrozi, pembelaan apasih yang mampu & logis akan kita kita berikan ?
sewaktu SI AZHARI sudah meninggal... koq ga ada masyarakat yang protes-2 karena dia mati dalam pengepungan?
Coba andaikata si DR. Azhari masih hidup dan melalui proses pemeriksaan persidangan pidana, strategi pembelaan apa yang akan kita tuangkan dalam pledoi
kita terhadap requisitor JPU?
bukankah dengan menulis Amrozy tidak boleh dihukum mati... lah putusan pengadilan beserta tetek-bengeknya membenarkan dia untuk menikmati hak-nya agar
di hukum mati. bukankah dengan penolakan melaksanakan hukuman mati ini adalah upaya perbuatan melawan / tidak taat terhadap hukum.
coba deh kita bandingkan berapa besar kerugian yang dialami masyarakat karena ulah amrozi dan azhari Cs..... apakah kepentingan masyarakat [publik] terbesar
yang telah dirugikan tidak perlu diperhatikan? atau dengan mudahnya kita mengucapkan "sial-di-elu- aja" ada di lokasi pengeboman.. ..
come-on man... ini bukan masalah agama, ini masalah hukum, kesadaran hukum, keadilan dan ketertiban sosial di masyarakat, dan ga kalah pentingnya minimnya
masalah pendidikan.. .. [lihat aja korban mutilasi di zaman modern ini (2008) sudah berapa kali terungkap] nah berapa korban mutilasi lain di luar pulau
jawa yang tidak terungkap atau sengaja tidak diungkapkan. .. ini kembali masalah kesadaran manusia & Pendidikan bukan :-)
saat ini bukan saatnya untuk menyampaikan pendapat bahwa amrozi pantas atau tidak dihukum mati... tugas ini sudah dilaksanakan oleh advokat amrozi secara
penuh dan profesional, bukan masalah upaya hukum itu berhasil atau tidak, keadilan tercapai atau tidak, pembalasan yang setimpal telah dilaksanakan atau
tidak. Saat ini adalah sudah dalam tahap eksekusi atau melaksanakan hukuman, dan setiap masyarakat wajib mematuhi hukuman apa yang telah dijatuhkan oleh
negara kepada si-terdakwa.
Sekedar Joke-Opini, sayatidak menyetujui Amrozi di hukum mati dan menjadi mati... lah dia hidup bebas saja berani bunuh diri, kenapa dipermudah menjadi
hukuman mati? berarti cita2 dia tercapai dong untuk mati :-)
rgs
pengacara_rgs :
reaksi apa yang bisa kita berikan setelah amrozi meninggal dunia?
mohon pendapat bebas anda yah...
salam hormat...
rgs
rizkycipta :
Serba salah juga sih Amrozi dkk harus mati atau tidak, ada beberapa pertimbangan kecil :
1. Kalau kagak dimatiin, pasti bakal jadi beban negara yang udah nyaris bangkrut (mulai kasih makan sampai kasih keamanan);
2. Kalau dimatiin ya teralu enak kali ya, udah matiin banyak orang terus dia hidupnya cuman sulit beberapa tahun aja.
mending gini aja lah, pendapat bebasnya, Amrozi dkk dihukum seumur hidup dengan di kitik-kitik aja ketiaknya, biar sangat tersiksa tapi masih memikirkan
nilai HAM (Amrozi dkk bisa sambil ketawa seumur hidupnya). he3x.
lukmantiasmoch :
biar si amrozi gak cengengesan terus...dan bisa nunjukin penyesalannya sama dunia internasional trus perilaku dan idiologinya gak diikutin orang2 sesat
lainnya...sebelum dihukum mati doi harus ganti nama dulu....
jadi AMZORI (maksudnya kalo diucapin mirip2 "I'm sorry" gitu loh....) hikhik...